Pemerintah: Mayoritas Utang Tidak dari Asing, ULN Bertambah 5,7%

Pemerintah: Mayoritas Utang Tidak dari Asing, ULN Bertambah 5,7%

Pemerintah mengungkapkan utang asing Indonesia di bawah 30% dan ini berarti mayoritas pinjaman bukan dari asing namun dari dalam negeri, menurut keterangan Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Senin (26/10).Hal itu disampaikan oleh Sri Mulyani saat menjadi juri dalam final lomba debat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara virtual mengutip laporan CNN Indonesia Senin (26/10).Sri Mulyani mengoreksi jawaban dari peserta debat yang menyebut utang Indonesia mayoritas berasal dari asing. Menurut Sri Mulyani, utang dari asing semakin turun dari waktu ke waktu.Bendahara negara juga menyampaikan bahwa dalam pemerintah dihadapkan dengan kondisi yang sulit di masa pandemi covid-19 seperti sekarang. Sebab, tak mudah bagi pemerintah mengeluarkan kebijakan di masa krisis ini.Adapun dikutip dari Kontan.co.id pertengahan bulan ini, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia meningkat. Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi ULN Indonesia pada akhir Agustus 2020 sebesar US$ 413,4 miliar atau lebih tinggi dari posisi ULN pada bulan Juli 2020 yang sebesar US$ 409,9 miliar.Dengan jumlah tersebut, ini berarti posisi ULN pada Agustus 2020 tercatat tumbuh 5,7% yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Juli 2020 yang sebesar 4,2% yoy.Posisi ULN tersebut terdiri dari ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral sebesar US$ 203,0 miliar dan ULN sektor swasta termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar US$ 210,4 miliar.