Dolar AS Makin Beranjak Naik, Data Inflasi Jadi Fokus Pasar

Dolar AS Makin Beranjak Naik, Data Inflasi Jadi Fokus Pasar

eInvesting.com - Dolar Amerika Serikat makin menguat pada Selasa (08/06) petang, tetapi aktivitas tetap tenang menjelang rilis inflasi utama AS minggu ini setelah angka gaji pekerja yang lesu pada Jumat silam.Pada pukul 14.19 WIB, Indeks Dolar AS terus menguat 0,21% di 90,132 menurut data Investing.com.EUR/USD kian turun 0,18% ke 1,2167 dan USD/JPY lanjut menguat 0,22% di 109,48 setelah PDB Jepang berkontraksi sebesar 1% kuartal ke kuartal dan 3,9% tahun ke tahun untuk kuartal pertama 2021. GBP/USD terus melemah 0,29% di 1,4137 dan AUD/USD masih turun 0,16% di 0,7741 pukul 14.25 WIB.Di Indonesia, rupiah stabil di level 14.260,0 per dolar AS pukul 14.29 WIB.Rilis gaji pekerja nonpertanian AS pada hari Jumat lalu menunjukkan peningkatan 559.000 pekerjaan bulan lalu setelah kenaikan 278.000 yang direvisi pada bulan April, di bawah perkiraan kenaikan 650.000.Karena rilis yang lebih rendah dari perkiraan ini mengurangi tekanan langsung bagi Federal Reserve untuk mengendalikan kebijakan moneter ultra-longgarnya, masih ada kekhawatiran bahwa bank sentral akan segera mulai membahas pengurangan pembelian aset mengingat tingginya tingkat inflasi.Pandangan ini diperkuat oleh komentar dari Menteri Keuangan AS Janet Yellen selama akhir pekan bahwa suku bunga yang lebih tinggi, dan tingkat inflasi yang lebih tinggi, akan baik untuk perekonomian.Dengan pemikiran ini, investor sekarang memantau data harga konsumen pada hari Kamis untuk mencari arah tren baru, salah satu data ekonomi utama terakhir menjelang pertemuan Fed berikutnya pada 15-16 Juni mendatang.“Ingat, bulan lalu dolar ditawarkan dengan ringan saat data NFP yang lebih lemah, dengan pasar FX dan tingkat obligasi kemudian melihat melalui lonjakan angka CPI AS untuk bulan April. Akankah hal yang sama terjadi lagi minggu ini? Akankah bearish dolar bertahan dari apa yang bisa menjadi pembacaan CPI utama dari siklus, yang bisa mendekati 4,8-5,0% YoY,” tanya analis di ING dalam catatan.Juga dalam radar investor adalah keputusan kebijakan hari Kamis oleh European Central Bank (ECB), meskipun bank sentral ini diperkirakan akan mempertahankan kebijakan moneter ultra-longgarnya.Inflasi kawasan euro berjalan sebesar 2%, sedikit di atas target ECB tetapi jauh dari tingkat yang terlihat di seluruh Atlantik, dan produk domestik bruto terlihat tumbuh 4,3%, hanya mencapai tingkat sebelum krisis tahun depan.