Dolar AS Lanjut Naik Tipis, Fed Abaikan Kenaikan Harga Komoditas

Dolar AS Lanjut Naik Tipis, Fed Abaikan Kenaikan Harga Komoditas

eInvesting.com - Dolar Amerika Serkat lanjut naik tipis pada Kamis (29/04) petang dan masih di dekat posisi terendah multi minggu setelah Federal Reserve AS mempertahankan kebijakan moneternya yang sangat dovish sehingga meningkatkan kepercayaan terhadap pemulihan ekonomi global.Pada pukul 14.44 WIB, indeks dolar AS 0,02% di 90,608 menurut data Investing.com.EUR/USD melemah 0,02% di 1,2121 setelah sebelumnya mencapai level tertinggi terhadap dolar sejak akhir Februari, GBP/USD menguat 0,27% ke 1,3969, USD/JPY naik 0,26% di 108,88. Adapun AUD/USD naik tipis 0,08% di 0,7794 dan NZD/USD naik 0,12% ke 0,7261.Dari tanah air, rupiah terus melemah 0,31% di 14.450,0 per dolar AS hingga pukul 14.52 WIB.Federal Reserve pada hari Rabu memutuskan untuk membiarkan suku bunga kebijakan mendekati nol dan mempertahankan kecepatan pembelian aset senilai $120 miliar per bulan, sambil mengakui bahwa telah terjadi perbaikan dalam kondisi ekonomi.Dalam konferensi pers yang menyertai pernyataan kebijakan, ketua Fed Jerome Powell terus memberi sinyal kebijakan akan tetap stabil untuk beberapa waktu, demi keuntungan ekonomi global, dengan risiko inflasi yang terdistorsi oleh penurunan harga terkait pandemi tahun lalu.“Tingkat inflasi akan meningkat tajam di atas 2% tetapi Fed menganggapnya hanya sementara karena kemacetan dan efek dasar. Satu-satunya inflasi yang benar berasal dari pasar tenaga kerja (menurut Fed), mengapa pasar tenaga kerja sekarang yang harus diawasi,” ujar analis di Nordea dalam catatan.Meskipun demikian, Departemen Perdagangan AS akan mempublikasikan pertumbuhan awal kuartal pertama PDB pada hari Kamis pukul 8:30 AM ET (1330 GMT). Perekonomian diharapkan tumbuh dengan tingkat tahunan sebesar 6,1% dalam tiga bulan pertama tahun ini, yang akan menjadi laju pertumbuhan PDB tercepat kedua sejak kuartal ketiga tahun 2003 dan akan mengikuti tingkat 4,3% pada kuartal keempat.Dan itu sebelum dampak paket senilai $1,8 triliun untuk keluarga dan pendidikan yang diungkapkan Presiden AS Joe Biden pada hari Rabu dalam pidato bersama pertamanya di depan Kongres AS.Sedangkan, USD/TRY naik 0,27% ke 8,1725 pukul 14.59 WIB menjelang presentasi kebijakan publik pertama oleh Gubernur bank sentral baru Turki Sahap Kavcioglu.Kavcioglu diperkirakan akan menaikkan perkiraan inflasi karena penurunan lira yang terjadi baru-baru ini, menyusul pemecatan mendadak pendahulunya, mengekspos ruang terbatas untuk memberikan pemotongan suku bunga yang diminta oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan.